Orang Tua Mesti Waspada, Jangan Sampai Anak Salah Pilih Teman
Anak memerhatikan apa yang sering dilakukan oleh teman-temannya
Tjut Rifameutia

Perilaku anak cenderung mencontoh kebiasaan dari orang-orang terdekat. Bagi anak, orang tua menjadi panutan utama mereka terutama saat mereka masih kecil. Begitu pun teman sepermainan, berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kebiasaan anak.

Jika orang tua ingin anaknya rajin membaca buku, maka anak juga harus diberikan contoh kegemaran membaca buku. Di samping itu, orang tua juga harus memerhatikan faktor dari lingkungan, seperti teman sepermainan. Sebab, apa yang menjadi kebiasaan temannya, lambat laun akan ditiru anak.
Karakter anak mulai terbentuk menjelang usia remaja. Pada usia remaja, perkembangan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-temannya karena anak cenderung mengikuti nilai-nilai dari teman sepermainan agar diterima dalam lingkungan pergaulan.

"Pada usia remaja, fungsi teman-temannya lebih dominan. Anak memerhatikan apa yang sering dilakukan oleh teman-temannya," ujar Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Tjut Rifameutia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perempuan yang akrab disapa Meutia itu menjelaskan, alasan anak lebih mengikuti nilai dari teman-teman sepermainannya karena dengan mengikuti nilai-nilai tersebut anak merasa lebih diterima di kelompoknya. Sebaliknya, jika bertentangan dengan nilai tersebut, anak khawatir tidak memiliki teman.

"Kalau teman-temannya suka membolos sekolah, anak cenderung akan suka bolos sekolah juga. Jika teman-temannya suka membaca buku, maka anak juga cenderung akan suka membaca buku. Dengan mengikuti nilai-nilai dari teman kelompoknya, maka anak merasa akan diterima oleh teman-temannya," ucap Meutia.

Oleh sebab itu, Meutia berpesan kepada seluruh orang tua agar selalu memperhatikan dengan siapa anaknya bermain. Orang tua juga harus mengarahkan anaknya agar tetap berpegang pada nilai-nilai yang benar, sehingga anak bisa memilih teman sepermainan yang menganut nilai yang sama.

Psikolog Anak di University Clinic Columbia, Matthew Goldfine, menyarankan, sebelum orang tua mengambil keputusan melarang anak bergaul dengan seseorang, sebaiknya orang tua mencatat setiap perilaku teman bermain anak yang di luar kewajaran. Kemudian, diskusikan mengenai perilaku teman bermain anak dengan orang tua lainnya.

Jika sudah terlalu sering berbuat onar dan berpotensi membuat ketidakharmonisan, orang tua diperkenankan melarang anak agar tidak lagi bermain dengan temannya.

"Ada kemungkinan besar anak akan menolaknya, ini menjadi tantangan orang tua dalam membangun hubungan kembali dengan anak, yaitu dengan mengajaknya berdiskusi mengenai potensi yang bisa diraih," ujar Matthew Goldfine.

Kembali ke soal kegemaran membaca buku, orang tua mesti mendorong anak untuk mulai menyukai kegiatan tersebut sejak dini. Fasilitasi anak dan teman-temannya mengadakan kegiatan membaca bersama di rumah, serta mendiskusikan buku yang telah mereka baca. Siapkan makanan dan minuman kesukaan anak untuk menambah semarak kegiatan membaca.

Dengan cara demikian, akan terbentuk lingkungan yang baik untuk anak. Teman sepermainan yang memiliki hobi positif, akan berdampak positif pula terhadap pembentukan karakter anak.

Dalam rangka meningkatkan minat baca anak, dibutuhkan dukungan ketersediaan buku ke berbagai daerah di Indonesia. Sayangnya, belum semua anak Indonesia memiliki akses mendapatkan buku bacaan, terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok.

Dibutuhkan sebuah gerakan nyata untuk memberikan akses ketersediaan buku secara merata. Oleh karena itu, Anda dapat berkontribusi langsung melalui gerakan #BukuUntukIndonesia.

Lakukan langkah kebaikan dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke page Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Mari kita ciptakan perubahan yang lebih baik dengan menjadi bagian dari gerakan #BukuUntukIndonesia. Lebih baik berbagi sekarang!

Gervin Nathaniel Purba - Metrotvnews.com